Menghimpun Harta Karun Bangsa

0
10

Di masa pandemi kunjungan tamu ke museum jauh menurun. Ini juga terjadi pada museum-museum lainnya. Namun bagi MMI sumbangan koleksi terus mengalir. Ini adalah salah satu keunikan MMI yang membedakan dengan museum2 lainnya. Koleksi MMI datang dari sumbangan masyarakat.

Selama 3 bulan pertama 2021, tercatat ada 3 penyumbang raksasa. Beliau-beliau adalah Pak Herry Marzuki dari Surabaya (menyumbang sekitar 100 kaset), Pak Najib Fauzan dari Bekasi dan Mas Rudi Subekti dari Tangerang.

Ada 8 dus yang dihibahkan Pak Najib ke museum. Isinya lebih dari 1.000 kaset, CD, VCD, DVD serta sebuah compo besar. Sedang Mas Rudi mengirimkan sekitar 1.400 kaset dan CD musik-musik jazz, Fusion, rock sampai metal. Selera musiknya memang pilihan untuk mendukung kariernya sebagai pemain drum yang lebih berorientasi pada jazz. Rudi sering tampil bersama Ireng Maulana dan musisi-musisi jazz papan atas lainnya.

Sumbangan lain datang dari Pak Mundar (Bekasi), Farida, Budi Fatoni, Rakai Hino, dan dari armada MMI sendiri, yaitu Abdul Malik dan Hengki Herwanto. Termasuk juga Bens Leo, Pengawas Yayasan MMI, telah menyumbangkan 3 buah buku Chrisye.

Surprise, di bulan Februari Ibu Sri Mulyani berkenan menghibahkan satu buah memorabilia yang bersejarah. Itu adalah busana yang beliau kenakan saat membuka Konferensi Musik Indonesia pertama yang berlangsung di Ambon pada tahun 2018.

Menutup bulan Maret, datang sumbangan dari Triawan Munaf dan Benny Soebardja. Sebuah vinil berjudul Giant in The Move dari Group Giant Step telah menambah keanekaragaman koleksi MMI. Nama-nama penyumbang lainnya adalah sebagaimana terdapat dalam tabel.

Tentu kami terus berharap meningkatnya kepedulian masyarakat untuk mendukung kegiatan pelestarian karya-karya musik yang ada di bumi pertiwi ini. Koleksi museum adalah harta karun budaya bangsa. (HHW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here