Museum Musik Indonesia

Home Review Koleksi Kaset Seniman dan Pencatat Zaman IV: Gank Pegangsaan (Sebuah Empati Atas Konflik di...

Seniman dan Pencatat Zaman IV: Gank Pegangsaan (Sebuah Empati Atas Konflik di Palestina)

0

HARI-HARI ini saya disuguhi berita tentang konflik Palestina & Israel. Ingatan saya pun meluncur ke album Palestina dari Gank Pegangsaan. 

Kubaca ceritamu  
di negeri haru biru
Negerimu yang getir
jadi medan nuklir
Badai tak berakhir
Insan tak berdosa
Suatu siksaan
Korban angkara  
Hasrat nafsu yang gila
Seakan tuk menguasai dunia
Halalkan cara tak kenal dosa

Palestina ditulis Debby Nasution dan vokal oleh Fariz RM. Komposisi Palestina digabung dengan Manusia Kera ditulis Debby Nasution dengan vokal Harry Minggoes. Megah, intelektual dan memiliki musikalitas tinggi.

Album Palestina dirilis tahun 1991 oleh Logiss Record dan Log Zhelebour sebagai produser. Daftar lagu album Palestina : Dirimu, Jalan Sabang, Palestina, Manusia Kera, Matahari, Dasamuka, Kugapai Cahayamu, Penantian, Kenyataan, Setan Tertawa. Album Palestina menelurkan hit Dirimu ciptaan Harry Minggoes dan vokal Keenan Nasution. Komposisi menarik lainnya: Penantian ditulis Debby Nasution, vokal Sitoresmi Prabuningrat.

Gank Pegangsaan adalah sebuah group musik yang terbentuk di sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Barat yang ditempati oleh keluarga Saidi Hasjim Nasution tahun 70-an. Dari pernikahannya Beliau  memiliki 6 anak, 5 diantaranya menjadi musisi: Rada Krishnan Nasution (Keenan), Zulham  Nasution (Joe Am), Bachmid  Gaury Nasution (Gauri), Aumar Naudin Nasution (Odink), Debi Murti Nasution (Debby).

Album Palestina didukung: Keenan Nasution (vokal, perkusi), Harry Sabar (vokal, perkusi), Fariz RM (vokal, perkusi), Molly Gagola (gitaris utama), Eet Sjahranie (gitaris utama), Sitoresmi Prabuningrat (vokal), Harry Minggoes (vokal, bas gitar, akustik gitar), Debby Nasution (penata musik, penyanyi, pemain kibor)

Fariz RM tetap mengisi vokal pada lagu Palestina 2 di album Palestina ll:

Betapa bencana
Mencapai gilanya
Betapa kejamnya
Hatiku geram  
Dalam keharuan
Kaulah  manusia
Telah dirasuki setan
Biadab dan tak merasakan
Seakan nyawa tiada berguna
Membantai nyawa
Semena-mena

Dalam album Palestina II, Neno Warisman menyumbang suara dalam lagu Prahara Anak Merdeka:

Di pasir panas yang memerah 
kau lahir dan dewasa
gemakan jerit hasrat kebebasan
Anak merdeka yang terluka
Menatap  matahari
gelap berkabut asap berprahara

Deru roda baja
Angkuh si angkara
Menjarah tanahmu
memerah rona harimu
Hitam cakrawalamu

Di lorong jalan kota tua
Kau bangkit menentangnya
Walau hanya dengan batu semata
Bola api menerjang malam jalannya mesin perang.
Alam fantasimu pun menerawang.

Tiada lagi keadilan
membakar nalurimu
Semangat haru biru
Telah memanggil namamu
Untuk hadapi mereka

Antara Sabra Shatila dan Gaza
Bunga bangsa tumbuh mekar perkasa
Antara Sabra Shatila dan Gaza
Darah air mata satukan rasa
Sirnakan angkara
Meraih kemenangan
Lepaskan belenggu
Citakan  hidup yang damai
Ditengah-tengah dunia 

Judul lagu di album Palestina II: Syair Malam, Rembulan Putih, Palestina 2, Prahara Anak Merdeka, Poster Poster, Fatamorgana, Indonesia, Prihatin, Hari Ini, Muak, Megalomania, Zig Zag.

Gank Pegangsaan telah merilis album: Palestina I (Logiss Record, 1991),  Palestina II (Logiss Record, 1994), Kerusuhan (1997). 

Gank Pegangsaan lewat album bertajuk Palestina dan Palestina ll telah membuktikan karya  musikal yang berkualitas dan memberi ruang empati dan humanis pada Palestina. Sejarah mencatat Palestina termasuk deretan negara yang memberikan dukungan dan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Namun sebelum memberikan empati pada Palestina, Gank Pegangsaan telah lebih dulu mencintai Indonesia:

Indonesia
Aku cinta padamu
Indonesia
Tanah tumpah darahku
Indonesia
Tanah airku kucinta
Indonesia
Terharu kupadamu
Padamu aku siap berjuang
Padamu aku tetap berharga

(Indonesia, Palestina ll)

(Abdul Malik, bersambung)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here