Album-album Pengantin Di MMI

0

Ada 4 album rekaman di MMI yang berisi musik/lagu yg dipergunakan dalam adat istiadat pernikahan. Yaitu dari Sunda, Yogya, Solo dan Bali. MMI sedang berusaha untuk memperoleh musik-musik prosesi pernikahan lainnya dari Sumatera sampai Papua. Di YouTube memang bertebaran, tapi kami bersyukur apabila ada sahabat-sahabat bisa bantu rekaman fisiknya.

Budaya warisan leluhur kita memang penuh keanekaragaman dengan keunikan tersendiri di tiap-tiap wilayah.

Aceh adalah salah satu daerah di ujung barat yang kaya akan perpaduan budaya, mulai dari campuran budaya Arab, Eropa, Tionghoa serta Hindia. Salah satu yang masih dipertahankan dan dijunjung tinggi adalah budaya pada prosesi pernikahan adat Aceh. Ada 7 rangkaian ritual saat pernikahan yang sarat akan unsur kekeluargaan dan penghormatan terhadap Tuhan dan sesama manusia.

Di Sulawesi Utara, ada Tradisi Toki Pintu, yaitu upacara adat untuk pernikahan suku Minahasa yang mayoritas memeluk agama Kristen Protestan. Acara dilakukan dengan makan malam dan acara kebaktian. Toki Pintu sendiri berisi antar harta hingga prosesi upacara adat yang dirangkai dalam satu hari pelaksanaan.

Bagaimana musik pengiringnya? Biasanya dalam upacara perkawinan tersebut dimainkan musik bambu. Bagi orang Minahasa ini diakui sebagai musik tradisional warisan leluhur yg telah berkembang cukup lama di bumi Sulawesi Utara.

“Dulu pernikahan di kampung selalu pake musik bambu, sekarang kalo nyewa musik bambu mahal, karena 1 grup bisa minimal 20 org, orang berduit saja yg menakai. Jadi sudah jarang, walaupun group musik bambu masih ada dan menyebar di berbagai tempat” begitu info yang diperoleh MMI dari Inna Morata, salah satu kontributor MMI di Manado.

Bagaimana di Sumatera Utara? Ir. Arman Panjaitan, sahabat MMI di Bekasi menyampaikan, “Kalau sekarang sudah pakai band walaupun kadang-kadang dikombinasikan dengan taganing, seruling dan ogung. Kalau aslinya namanya Ogung Sabangunan yg terdiri dari taganing (deretan kendang dari kulit lembu), sarune (serunai), sulim (seruling) dan ogung (bentuknya spt gamelan tapi digantung atau dipeluk)”, begitu informasi dari Beliau tentang musik pada acara perknikahan suku Batak (HHW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here