Museum Musik Indonesia

Home Review Koleksi Kaset Seniman dan Pencatat Zaman VIII: Tropical Forest

Seniman dan Pencatat Zaman VIII: Tropical Forest

0

KOTA MALANG telah menjadi kota multikultural. Berbagai bidang seni budaya bertumbuh subur. Termasuk musik, berbagai genre music berkembang dengan baik termasuk reggae. Adalah Tropical Forest, band independen bergenre reggae asal Malang yang tetap eksis hingga hari ini. ”Kami bersetia di jalur indie,” kata Jatmiko Adi ( Miko), drummer sekaligus perkusionis. Tropical Forest terbentuk tahun 2003 dan mulai menapaki jalur indie di tahun 2008 dengan mengeluarkan karya-karya perdananya dalam sebuah EP Self Titled. “Kami tidak hanya bermusik tetapi juga mendukung berbagai komunitas lokal dalam menularkan kepedulian terhadap isu lingkungan,” imbuh Kokok Setiawan (Koko), gitaris Tropical Forest. Kepedulian pada lingkungan diwujudkan dalam lirik-lirik lagu Tropical Forest.

“Lewat lagu Anak Tropis, kami ingin menularkan semangat kepedulian pada lingkungan dan sesama sejak dini pada anak-anak. Karena kami yakin bahwa sesederhana apapun sebuah aksi kepedulian pastiakan berdampak baik bagi semesta. Tapi kami tidak melulu mengangkat isu lingkungan, kekaguman kami pada konsistensi dan keberanian para pembela HAM juga menjadi inspirasi kami dalam membuat lagu,” jelas Jatmiko Adi.

Selain membalut kepedulian dengan irama yang mudah ditangkap, Tropical Forest juga mencurahkan keresahan lewat kritikan yang lebih pedas pada kebijakan-kebijakan yang berdampak buruk pada lingkungan lewat lagu yang tajuknya dijadikan sebagai judul album, Nature Scene.

Sebagian lirik lagu Tropical Forest ditulis oleh Bambang Heru Cahyanto (Unyil) yang juga vokalis. ”Saat terjadi bencana kebakaran hutan di Kalimantan, keresahan pun saya tuangkan lewat lagu Rimba Raya”, jelas Unyil, anggota pecinta alam.

Tropical Forest rutin berlatih dan berdiskusi tentang banyak hal yang sedang update saat ini.Sandri (gitaris), Freed Gasa Belang ( Fredy, basis, asli Larantuka) tak pernah absen dalam latihan. Lima sosok inilah episentrum dalam band reggae asal Malang, Tropical Forest.

Album Nature Scene

Setelah menghasilkan 1 EP Self Titled (2008), album perdana “Bumi Merintih”(2010) dan sebuah single, “Selamatkan Negerimu” yang terpilih menjadi salah satu nomor dalam kompilasi Indonesia Reggae Sound keluaran Bahaya Records di tahun 2014. Tropical Forest meluncurkan album NATURE SCENE, Sabtu, 27 Agustus 2016 di Ndayung Adventure, Gubugklakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Membaca tajuk “NATURE SCENE” yang dibubuhkan pada album tersebut, bisa dipastikan isu lingkungan tetap diangkat oleh Tropical Forest. “Namun, tentu saja tema alam bukan menjadi satu-satunya tema yang mendominasi karena lagu-lagu dengan tema universal juga ikut disisipkan,” imbuh Fredy, bassis.

Single pertama dari album NATURE SCENE, sebuah lagu berjudul UNITY dipilih dan dirilis pada tanggal 7 Agustus 2016 secara online lewat akun Soundcloud Tropical Forest dan disebarluaskan ke stasiun radio di Indonesia. “Dibalut dalam aransemen musik reggae yang easy listening, lagu ini mewakili keresahan kami di Tropical Forest akan keadaan negeri yang mulai gampang terpecah belah. Dengan irama yang up beat , UNITY membawa semangat positif dan mengajak siapa saja untuk bersatu lewat musik” kata Jatmiko Adi drummer Tropical Forest.

Celoteh Sampah

Kolaborasi ide antara Tropical Forest dan Bejo Sandy.Proses syuting video klip Celoteh Sampah selama tujuh hari dan didukung Survive Malang Outdoor. Ikon dinosaurus diperankan Lusia Antik Wahyuni, owner Survive Malang Outdoor

Sebar Subur

Di masa pandemi, Tropical Forest tetap eksis dengan menggelar Live Virtual Concert pada tanggal 8 Mei 2021 bertajuk SEBAR SUBUR.Link Konser virtual SEBAR SUBUR – TROPICAL FOREST 2021

Seratus persen dari hasil penjualan merchandise Tropical Forest Sebar Subur sediserahkan dalam baksos ramadan di sebuah tempat pengelolaan sampah di Jedong Wagir Kabuaten Malang.

Salam lestari. Dirgahayu Delapan Belas Tahun Tropical Forest.

Tropical Forest:
(Album Nature Scene)

-Bamban Heru Cahyanto (Unyil, vokalis)
-Unoy (vokal)
-Sandri (Gitaris )
-Kokok Setiawan (Koko, gitaris)
-Freed Gasa Belang ( Fredy, basis)
-Jatmiko Adi ( Miko, drummer)
-Ovi (keyboard)

Album Nature Sound:

  • Bamban Heru Cahyanto (vocal)
  • Koko (gitar)
  • Sandri ( gitar)
  • Andrew (bass)
  • Adit (keyboard)
  • Miko (drum percussion)

Additional player:
Daffa ( kybod)
Edo (bass)

Menurut Miko (drum percussion), ada perbedaan warna musik dari album Nature Scene dengan Nature Sound. ”Dengan nuansa ambient dan beat musik yang lebih caliroot.”

Diskografi:

  • EP Self Titled (2008)
  • Bumi Merintih (2010)
  • Nature Scene (2019)
  • Naturesound (2020)

Sebagian judul lagu:

  • Celoteh Sampah
  • Mahameru
  • Bumi Merintih
  • Selamatkan Negerimu
  • Menolak Lupa feat Chipenk Begundal Lowokwaru
  • Feel Da Riddim feat Emilio Gangstarasta
  • Pemandangan Alam dub (versi Angga MDF)
  • Rimba Raya
  • My Hero
  • Rumah Rimba
  • Damai Negeri
  • Komodo Ambient
  • Sayang Katanya
  • Salam Lestari
  • Tanah Air Udara Api
  • Suara Alam
  • Insomnia
  • Cuci Otak
  • Cipapo
  • Morning Glory
  • Reggae Is My Way
  • Anak Tropis
  • Unity

(Abdul Malik, bersambung)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here