69 Tahun Bens Leo

0

Bens Leo dan Aktuil
Rekam Jejak Jurnalisme Musik

Penulis: Bens Leo
Editor: Hengki Herwanto

Database Officer: Hengki Herwanto, Ari Yusuf P, Ratna Sakti Wulandari, Achmad
Djauhari, Johanes A Lestarijanto, Anang Maret, Abdul Malik,
Usman Mansur, Edra Ramadhan Praliansyah
Lukisan Cover : Ernawan Prianggodo
Diterbitkan pertama kali oleh : Museum Musik Indonesia bekerjasama dengan Media Nusa
Creative Publishing, Kota Malang
Prolog : Bens Leo
Epilog : Hengki Herwanto

Redaksi: Bens Leo, Nini Sunny, Hengki Herwanto, Abdul Malik
Alamat Redaksi: Gedung Kesenian Gajayana Lantai 2
Jl.Nusakambangan 19 Kota Malang 65117
WA: 08113402929 (Ir.Hengki Herwanto, MBA)
Website: www.museummusikindonesia.id
E-mail: museummusikindonesia@yahoo.co.id
Instagram: @museummusikindonesia
Facebook (group & halaman): Museum Musik Indonesia
Youtube: Museum Musik Indonesia

Ukuran buku: 17,5 x 23 cm
Jumlah halaman: 262
Jenis kertas: Art paper
ISBN:978-602-462-676-1
Cetakan pertama: Agustus 2021

Kerja adalah cinta yang mengejawantah

-Kahlil Gibran

BENS LEO nama yang sudah dikenal sebagai jurnalis musik. Bagaiman resep sehingga karirnya tetap eksis hingga setengah abad? “Fokus, serius, lurus pada satu bidang, setia on track, sangat menghargai dan menyayangi profesinya, tidak pernah meremehkan tugas, dan menghargai orang lain, ” begitu pendapat Baby Anita Joewono, Soft Skills Trainer dan Penulis Buku. Relasi dan kolega persahabatan Bens Leo terbentang meluas ke berbagai kalangan.Salah satu bukti adalah banyaknya pesohor dan sahabat Bens Leo yang mengirim testimoni di buku ini. 31 penulis testimoni dari berbagai kalangan selebriti, politisi, pejabat, pebisnis, duta besar sampai tokoh purna tugas TNI bintang empat.

Rekam Jejak Jurnalisme Bens Leo dapat ditelusuri lewat berbagai rubrik:Artikel di Majalah Aktuil, Saya dan Event Organizer, Saya dan Produser Musik, Saya dan Media Cetak, Saya Radio, TV; Saya dan Media Digital, Saya dan Keluarga, Menjadi Keluarga R.Hartomo, Saya Menjadi  Juri, Saya dan Museum Musik Indonesia, Saya dan Sahabat Jurnalis, 50 Tahun Berkarya.

Bens Leo adalah jurnalis Aktuil yang produktif. Tulisan pertamanya dimuat tahun 1971 merupakan wawancaranya dengan Tonny Koeswoyo. Saat itu Bens Leo berusia 19 tahun. Selanjutnya tulisan-tulisan  Bens Leo deras mewarnai edisi per edisi Aktuil, baik wawancara, liputan, maupun informasi seputar musik dan film di rubrik Indo Pop. Tahun 1976, Bens Leo mendapat kesempatan liputan pertama keluar negeri. Mewakili majalah Aktuil meliput World Popular Song Festival Tokyo. Indonesia hadir dengan lagu Renjana karya Guruh Sukarno Putera, penyanyi Grace Simon dan Idris Sardi, arranger orkestra. Laporan detail liputan  di Nippon Budokan Hall, 19-21 Agustus 1976 tersebut dimuat Aktuil edisi 210. Dan jepretan fotonya saat liputan di Tokyo dengan kamera inventaris Majalah Aktuil menjadi cover story pertamanya. Ternyata Bens Leo memiliki passion juga sebagai fotogafer. Tak kurang 11 edisi Aktuil memuat cover story hasil bidikan kameranya: Nomo Koeswoyo (edisi 163), Yulia Yasmin (169), Kiky Suprapto (173), Kembar Group (176), Jopie Item (185), Grace Simon (205), Farouk Afero (206), Titi Qadarsih (209), World Popular Song Festival Tokyo (210), Harry Roesli (225), Arthur Kaunang (251).

Seluruh artikel Bens Leo di Aktuil diketik ulang oleh Tim Museum Musik Indonesia.Namun tidak semua artikel dimuat di buku ini.Mengingat jumlah halaman yang terbatas.Artikel yang dimuat di buku Bens Leo dan Aktuil, antara lain: Rasela (Aktuil edisi 9 tahun 1972).Masih memakai nama Benny SW. (R.Hadi Soewandito, nama ayah Bens Leo). Lalu bagaimana kisah dibalik nama Bens Leo? “Suatu hari, pada sesi acara belajar bersama jelang ujian SMA di tahun 1970, saya dan 2 teman belajar terkejut saat tahu anjing herder teman belajar kami, Lucky diberi nama Benny.Saat itulah saya berfikir keras untuk mengganti nama untuk tulisan saya di Majalah Sekolah. Akhirnya terciptalah nama BensLeo52.Bens saya ambil dari Benny dan inisial nama ayah Soewandito, Leo adalah zodiac saya, sedang 52 merupakan tahun kelahiran saya 1952. Bens Leo adalah nama resmi saya sebagai jurnalis, di Instagram saya memakai akun bensleo52,” cerita Bens Leo sembari tersenyum.

Selain Rasela, di buku ini kita dapat menyimak wawancara Bens Leo bersama Adjie Bandi, Andi Meriem Mattalata,Arthur Kaunang,  Astri Ivo, Benyamin Sueb,Chrisye, Debby Nasution, Donny Fattah, Farouk Affero,Gembell’s, Gesang,Giant Step, God Bless,Grace Simon,Guruh Sukarno Putra,Harry Roesli, Idris Sardi, Ireng Maulana, Jelli Tobing, Jopie Item, Kembar Group,Koes Plus, Kiky Suprapto, Konser Rakyat Leo Kristi, Nomo Koeswoyo, Oding Nasution, Panbers, The Rollies. Titi Qadarsih, Yulia Yasmin.Chicha Koeswoyo, Rano Karno, The Kids, Anny Arifin, Indra Lesmana, Slamet Abdul Syukur, Bu Kasur, Yessy Gusman,Rhythm King, Suzi Quatro.

Bens Leo bukanlah orang baru di Museum Musik Indonesia. Sejak Galeri Malang Bernyanyi (sebagai cikal bakal Museum Musik Indonesia), Bens Leo telah menjalin hubungan yang sangat akrab. Bens Leo dan Andy Ayunir pernah menjadi narasumber dalam Diskusi HAKI dan Pemasaran Musik Digital di Galeri Malang Bernyanyi,5 Desember 2014. Dalam struktur Yayasan Museum Musik Indonesia,Benedictus Benny Hutomo (nama di ktp) sebagai Pengawas.

Terbitnya buku ‘Bens Leo dan Aktuil – Rekam Jejak Jurnalisme Musik ini adalah gagasan cerdas dari team kreatif  Museum Musik Indonesia yang dipimpin oleh jurnalis Aktuil juga, Hengki Herwanto. “Buku ini memuat kumpulan wawancara, liputan, tulisan lain dan foto Bens Leo di Majalah Aktuil dari tahun 1972 sampai 1978,”cerita Hengki Herwanto.  Aktuil adalah sebuah majalah pop untuk remaja yang terbit di Bandung sejak tahun 1967. Isi majalah mayoritas adalah tentang musik dengan materi lm, fashion, sastra, dan senipelengkap tentang  rupa. Majalah Aktuil ini sekarang sudah sulit diperoleh di pasaran. Kalaupun ada transaksi, terbatas pada kalangan kolektor dan komunitas pecinta musik. Di perpustakaan-pun belum tentu tersedia lengkap. “Sayang sekali, Padahal isi majalah ini bisa memberikan informasi bagaimana perkembangan musik di Indonrsia pada era itu. Keterbatasan informasi inilah yang mendorong Museum Musik Indonesia untuk mendokumentasikan karya Bens Leo di majalah Aktuil sebagai rekam jejak jurnalisme musik di Indonesia. Jangan sampai sejarah musik, khususnya musik pop, pada era 70an hilang ditelan zaman,”lanjut Hengki Herwanto. Pendataan musik di Indonesia sesungguhnya merupakan deklarasi butir satu dari 12 deklarasi yang dihasilkan dari Konferensi Musik Indonesia tahun  2018  di Ambon yang salah satu motornya adalah Glenn Fredly. Museum Musik Indonesia berniat untuk berkontribusi dalam menindaklanjuti deklarasi pertama tersebut yang barangkali nantinya bisa menjadi bagian dari program pembangunan SPKT (Sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu) yang diinisiasi oleh Dirjen Kebudayaan.

Hari ini, boleh jadi kita tidak bertemu Bens Leo sebagai jurnalis musik legendaris, kalau Bens Leo diterima di AKABRI Kepolisian, Sukabumi. Namun suratan takdir  berkata lain. Bens Leo, gagal test akhir masuk.Salah satu teman seangkatan Bens Leo di test akhir di AKABRI Kepolisian Sukabumi adalah mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Bens Leo memaknai kegagalan tersebut dengan kerja, kerja dan kerja. Dan hari ini Bens Leo berhasil membuktikan kesetiaan sebagai jurnalis musik legendaris sepanjang setengah abad.

Akhirul kata, Selamat Ulang Tahun Mas Bens Leo, 8 Agustus 2021. Sehat dan senantiasa berbahagia bersama keluarga, dr. Pauline Endang, MS, SpGK, istri terkasih  dan Mas Addo Gustaf Putera, ananda tercinta. Tuhan Memberkati. (Abdul Malik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here