Donny Prass dan Konser 7 Ruang

0

Tak banyak musisi era 70an yang terus berkiprah sampai sekarang. Donny-Prass, adalah salah satu yang tetap bertahan.

19 Desember 2021 yang lalu mereka tampil di Konser 7 Ruang (K7R). Ini adalah sebuah acara Live streaming produksi DSS Studio. Ada 3 lagu karya mereka sendiri yang dinyanyikan. Yaitu Di Atas Bukit Sunyi, Kaca Jendela dan Gaun Putih Nyonya Yulia. Lagu terakhir sempat pula dipopulerkan oleh Bimbo dalam salah satu albumnya.

Duo ini membangun kariernya dari sebuah rumah kontrakan di Kampung Mergan, Kota Malang. Berbagai gelar juara diraihnya lewat lomba atau festival. Bersama teman-temannya, mereka juga membentuk Orkes Kampung Mergan yang lebih berorientasi pada hiburan rakyat.

Untuk mengembangkan kariernya Donny Prass hijrah ke Jakarta pada tahun 1979. Perlu perjuangan keras untuk menuju sukses. Sampai akhirnya Pada awal tahun 80an label Irama Tara tertarik untuk merilis album pertama Donny Prass. Disusul kemudian dengan dua album berikutnya. Tiga album tersebut sudah tersimpan di MMI yang menjadi bukti otentik sejarah perjalanan Donny Prass.

Jakarta memang arena besar untuk membangun karier. Donny selain sebagai musisi ternyata juga memiliki bakat sebagai operator audio. Dia sempat bekerja di beberapa studio rekaman milik orang lain.

Ketekunan dan kemauan belajarnya selama bertahun-tahun telah mengantarnya menjadi sound engineer papan atas di republik ini.

Bakat teknis mengutak atik suara ini rupanya menjadi salah satu pemicu bagi Donny untuk melahirkan DSS. Ini usaha penyediaan sound system untuk pertunjukan musik. Awalnya memang banyak rintangan yang mesti ditembus. Namun jiwa Arema yang pantang menyerah telah membuka jalan terang. Salah satu konser bergengsi yang pernah ditanganinya adalah saat David Foster pentas di Indonesia.

Walaupun energi Donny tercurah untuk mengembangkan bisnisnya, bersama Prass dia membentuk Audiensi Band. Ini juga tak lepas dari pertimbangan bisnis. Audiensi menempatkan diri sebagai band pengiring. Sebuah pilihan yang tak banyak dilirik oleh orang lain. Hasilnya luar biasa. Setiap minggu mereka bisa pentas 2 sampai 4 kali memenuhi undangan berbagai acara, termasuk resepsi pernikahan. “Kami bisa memberikan gaji bulanan pada para pemain band” begitu kata Donny dalam kesempatan ngobrol dengan MMI.

Inovasi Donny terus berkembang. Di masa pandemi, dia melahirkan konsep Live streaming melalui acara Konser 7 Ruang. Ini sebuah solusi dahsyat menyikapi larangan pertunjukan musik yang mengumpulkan banyak orang di satu tempat. Sudah sekitar 180 episode K7R dijalani.

Puncaknya terjadi pada 19 Desember 2021 yang lalu saat K7R tampil dengan judul Kera Ngalam Bernyayi. Ini adalah sebuah konsep untuk mengangkat kearifan lokal dari Kota Malang, kota kelahiran duo Donny Prass. Pemicu gagasan datang dari Pongki Pamungkas, pembina Museum Musik Indonesia. Lalu Noldy, gitaris dari Malang dan saya, Hengki dari MMI turut gabung menyiapkan acara. Menyusul kemudian Fitra, penggiat musik alumni SMA 3 Malang yang turut mendukung acara ini. Kami berlima ngobrol lewat zoom.

Akhirnya terpilih sekitar 100 nama musisi pengisi acara. Yang domisili Jabodetabek tampil langsung di studio DSS. Sedang yang di Malang tampil lewat tayangan video yang sudah direkam terlebih dahulu. Berbagai genre musik disajikan dengan dominasi pop, rock dan jazz. Warna musik lain seperti Reggae, Campursari, Balada, World Music dan lain lain telah menambah semarak acara. Total penonton ada 27.000 orang atau viewers. Memperhatikan berbagai masukan, penyelenggara sedang mempertimbangkan untuk menggelar edisi ke dua di tahun 2022.

Yang luar biasa, acara ini berlangsung selama 9 jam 17 menit. Dimulai sekitar pukul 4 sore sampai menjelang setengah dua dini hari. Donasi terkumpul sebesar Rp 239 juta. Selain dipergunakan untuk biasa produksi, juga dibagikan kepada musisi pengisi acara. MMI juga kecipratan sekitar 2,5%. (HHW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here