Menilik Ikhtiar Digitalisasi Koleksi Museum Musik Indonesia

0

Museum Musik Indonesia (MMI) terus berjuang. Upaya digitalisasi karya-karya anak bangsa terus dilakukan. Sepenuh hati mereka melakukannya demi menjaga warisan musik Indonesia. Berikut ulasan wartawan Jawa Pos Radar Malang Galih R Prasetyo dan Darmono.

—–

Tampak ratusan keping kaset berjajar rapi di sebuah rak berwarna hitam. Lengkap dengan daftar penyanyi. Setelah diamati lebih detail, kaset-kaset itu merupakan karya dari para penyanyi tempo dulu dari penjuru Indonesia. Mulai dari Chrisye sampai dengan Rafika Duri.

Lebih masuk ke dalam sudut-sudut ruangan MMI, menyuguhkan beraneka ragam piringan hitam, majalah musik, dan satu sudut khusus untuk penyanyi legendaris Iwan Fals. Beberapa jam di sana, wartawan Jawa Pos Radar Malang merasakan betapa kayanya dunia musik Indonesia itu.

Karya dari empunya MMI, Hengki Herwanto, sekilas memang tidak semenggelegar pahatan patung yang dilakukan Michelangelo. Namun, karya digitalisasi yang lahir dari tangan dinginnya atas beragam karya musik di tanah air, menjadi hal penting di tengah arus perkembangan zaman kuat ini.

Hengki Herwanto mengatakan, ke depan karya-karya tersebut tidak akan dibiarkan tergulung zaman yang terus berkembang pesat. Upaya digitalisasi akan menjadi salah satu wadah untuk hal itu. ”Kami di sini berusaha mendigitalisasi data. Di mana yang akan kami proses mulai album sampai majalah musik tahun 60-an,” jelas Hengki.

Disebutnya, misinya tidak hanya mengubah format dari analog ke digital saja. Melainkan, lebih jauh juga akan melengkapi data-data album yang didigitalisasi.

Misalnya ketika mendigitalisasi album penyanyi legendaris Chrisye, maka semua hal yang berhubungan dengan lagu-lagu pelantun Kisah Kasih di Sekolah itu akan dimasukkan. ”Yang kami proses semuanya. Mulai dari judul lagunya, pencipta siapa, rilis tahun berapa, lalu labelnya siapa, sampai inginnya biografi penyanyinya juga digitalisasi,” kata pria sempat berprofesi menjadi wartawan itu.

Menurutnya, langkah tersebut akan memudahkan mereka yang kebetulan tengah melakukan studi tentang musik. Lalu para fans atau generasi zaman now bisa mengetahui lengkap bagaimana data-data dari sebuah karya. Ibaratnya sekali klik, bisa mendapatkan banyak wawasan tentang musik atau malah penyanyinya. ”Ini akan menjadi data menarik yang bisa menunjang pengetahuan,” paparnya.

Selain itu, proses digitalisasi juga sebuah penyelamatan sebuah karya. Sebab, umumnya benda-benda yang bersifat fisik itu mempunyai masa. Alhasil, apabila tidak dirawat sebaik mungkin, maka punya potensi untuk hilang cukup besar. Apabila sampai terjadi dinilai Hengki akan menjadi sebuah kerugian yang besar.

Sebab, dinilainya banyak karya musik atau kebudayaan Indonesia diklaim negara lain awalnya lantaran rasa kepedulian kurang. ”Jadi memang harus benar-benar dijaga. Bisa lewat digitalisasi seperti ini atau terus melestarikan dengan cara mementaskan atau memainkannya,” ucap dia. Menurut Hengki rencananya semua koleksi yang ada di MMI akan terus didigitalisasi.

Disebut Hengki untuk tahap pertama ini, jenis musik yang akan digitalisasi adalah keroncong. Sedangkan, selanjutnya musik-musik tradisi Indonesia mulai dari Aceh sampai dengan Papua. ”Untuk tahap pertama akan ada sekitar 100 album dan 1.000 lagu yang kami digitalisasi,” rinci pria punya gaya nyetrik dengan acap kali memakai ikat kepala tersebut.

Dalam proses digitalisasi tersebut, menurutnya tidaklah sulit. Sebab, memang semua bahan yang dibutuhkan sudah tersedia. ”Mungkin effort-nya ada di melengkapi data-data. Sebab, koleksi MMI memang belum lengkap,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut disebut Hengki biasanya memanfaatkan buku, majalah-majalah lawas, dan Google. Menurutnya, selama proses pengerjaan yang diperlukan adalah ketelatenan dan kesabaran.

Selama proses tersebut, Hengki mengaku kalau menggunakan dana secara mandiri. Maksudnya mencari sumber pemasukan untuk menunjang proses tersebut. Meski begitu, dia dan tim mengaku senang. Sebab, apa yang dihasilkan banyak membantu mereka yang butuh data terkait musik. ”Di sini banyak para mahasiswa mencari data untuk tugas kuliahnya,” jelasnya. (rmc/mas)

Sumber: Menilik Ikhtiar Digitalisasi Koleksi Museum Musik Indonesia | Radar Malang Online (jawapos.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here