2022: Launching Panel Baru di Museum Musik Indonesia

0

Icon Baru di Museum Musik Indonesia

Sebuah kehormatan bagi MMI bahwa seorang anggota DPRD Kota Malang berkenan mengunjungi sebuah museum. Kali ini yang dikunjungi adalah Museum Musik Indonesia yang berada di sebuah gedung milik Pemerintah Kota.

Eko Hadi Purnomo adalah anggota Komisi D yang tugasnya antara lain mengurusi bidang kebudayaan. Selain berbagi nasi padang, beliau juga sharing gagasan bagaimana mengembangkan museum agar senantiasa mengikuti perkembangan zaman. “Koleksi MMI merupakan aset budaya yang perlu dikenali masyarakat, khususnya generasi muda. Unggah koleksi MMI melalui media sosial”. Begitu salah satu pesannya disela-sela alunan musik kolintang yang keluar dari sebuah piringan hitam.

Kiri ke kanan: Taufik Saguanto, Abdul Malik, Okta, Hariani dan Eko Hadi Purnomo.

Sabtu 22 Januari 2022 adalah tanggal yang unik, begitu kata Okta, pembawa acara, yang turut hadir di MMI. Selanjutnya Okta meminta kesediaan Pak Eko untuk membuka tabir yang menutupi panel baru MMI. Panel lama sudah hampir 6 tahun tidak diganti, jadi perlu penyegaran. Dengan sebuah gunting yang memotong tali akhirnya kain hitam penutup panel terbuka. Terlihatlah peta Indonesia dengan keanekaragaman album musik tradisi dari wilayah Aceh sampai Papua. Panel ini disusun dengan referensi “Dokumentasi Musik Tradisi/Etnik Indonesia”. Program ini dilaksanakan MMI atas support UNESCO melalui kegiatan Memory of The World Committee Asia Pacific (MOWCAP).

Beberapa album yang terdapat dalam panel antara lain karya-karya dari musisi Zulham Effendy (Aceh), Gordon Tobing (Sumatera Utara), Elly Kasim (Sumatera Barat), Anang Ardiansyah (Kalimantan), Benyamin (Jakarta), Saung Angklung Udjo (Jawa Barat), Bagong Kussudiardjo (Yogyakarta), Waldjinah (Jawa Tengah), dan Reyog Ponorogo (Jawa Timur). Dari wilayah Indonesia tengah dan timur ada Pekak Jegog (Bali), Mantika Vocal Group (NTB), Timor Loro SAR (NTT), Kolintang Mawenang (Sulawesi), Massada (Maluku) dan Mambesak (Papua).

Selain mengandung nilai sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, panel ini diharapkan bisa menjadi Icon bagi pengunjung museum untuk foto selfi. (HHW).

================================

================================

Seru.co.id : Museum Musik Indonesia Launching Panel Sebaran Musik Se-Indonesia

Malang, SERU.co.id – Museum Musik Indonesia (MMI) melaunching panel baru di salah satu sudut ruang yang berada di lantai dua Jalan Nusakambangan No 19 Kota Malang. Tujuannya, tidak lain untuk mendokumentasikan sebaran musik dari Aceh sampai Irian Jaya.

Ketua MMI, Hengki Herwanto mengungkapkan, latar belakang dari launching ini sebagai langkah mendokumentasikan kepentingan informasi budaya. Sebab, kedepan nanti harus bisa diakses oleh publik secara luas.

“Usaha MMI ini terus kami lakukan dalam menjaga koleksi, salah satunya dalam launching panel ini. Selain itu, kami mendokumentasikan dan mengunggah di website MMI,” seru Hengki Herwanto, Sabtu (22/1/2022).

Menurutnya, peresmian panel baru tersebut berhubungan dengan peta musik, yang sebetulnya diisi logo MMI hingga koleksi kepingan CD musik. Dengan adanya peta sebaran, pengunjung dapat melihat dengan mudah dalam bentuk visual.

Hengki menambahkan, MMI telah mendapat amanah khusus pendokumentasian dari Aceh sampai Papua. Dibantu oleh UNESCO melalui Program MOWCAP (Memory of the World Committee for Asia and the Pacific).

Menurutnya, UNESCO menyasar keterbukaan dan kemudahan akses informasi terhadap karya-karya budaya. Terlebih sasaran utama dari program tersebut, yakni informasi dan data bisa diakses lebih mudah oleh seluruh masyarakat dan dunia.

“Ada tiga yang diterima, pertama padepokan dari Jogja, Komunitas Tradisi Lisan, dan satunya MMI,” bebernya.

Terkait jumlah, pihaknya mengaku sebagian besar memang koleksi berada di wilayah Jawa, karena penduduk Indonesia tersentral di Jawa. Bukan hanya musik, tetapi juga dari sektor yang lain.

“Koleksi kita berbentuk rekaman sekitar 25.000-an, tapi itu barat dan Indonesia. Indonesia ada yang dangdut dan pop, mungkin yang tradisinya 20 persen, popnya 50 persen,” terang Hengki.

Senada, Anggota Komisi D, H Eko Hadi Purnomo SH menjelaskan, sangat mengapresiasi langkah MMI dalam merawat koleksi musik. Dilihat dari ruangan museum yang sederhana ini bisa terkenal di dunia.

Terbukti adanya kepercayaan UNESCO sebagai kepercayaan dunia internasional. Selain itu, lokasi yang berada di Kota Malang, juga menjadi tujuan wisata perlu ditangkap dengan baik oleh Pemkot Malang.

“Semoga MMI kedepan dikenal seluruh Indonesia bahkan dunia. Serta generasi muda dapat mencintai musik, khususnya di Kota Malang,” ungkapnya. (jaz/rhd)

Sumber: Museum Musik Indonesia Launching Panel Sebaran Musik Se-Indonesia (seru.co.id)

MalangPagi.com: MMI Luncurkan Panel Musik Tradisional Indonesia

KOTA MALANG – malang pagi.com

Dalam rangka melestarikan serta mendokumentasikan sebaran musik tradisional dari Aceh hingga Papua, Museum Musik Indonesia (MMI) pada medio Desember 2021 lalu telah meluncurkan sebuah panel baru di salah satu sudut ruangan, yang berada di Gedung Kesenian Malang, Jalan Nusakambangan No. 19 Kota Malang.

Ketua MMI, Hengki Herwanto mengungkapkan, launching panel tersebut berhubungan dengan peta musik Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai-nilai penting yang terkandung dalam upaya pelestarian kebudayaan yang dituangkan melalui musik.

“Dalam panel musik ini, kami mendokumentasikan sebaran musik tradisional mulai dari Aceh hingga Papua. Nantinya akan kami publikasikan lewat website Museum Musik Indonesia. Sehingga saat masyarakat dapat mengetahui musik-musik tradisional yang ada di dalamnya. Hal ini merupakan salah satu langkah MMI untuk melestarikan warisan leluhur dan nilai-nilai budaya melalui musik,” terang Hengki Herwanto, Sabtu (22/1/2022).

“Untuk menghormati hak cipta, kami hanya menampilkan narasi dan cerita dari lagu yang diakses. Tetapi jika masyarakat ingin mendengarkan lagu yang diinginkan, kami sudah menyiapkan link untuk diunduh,” imbuhnya.

Sumber: https://malangpagi.com/mmi-luncurkan-panel-musik-tradisional-indonesia/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here