Lagu Tenxi semakin sering terdengar di Indonesia setelah musisi asal Sidoarjo, Jawa Timur tersebut berhasil membawa warna hipdut ke kelompok pendengar yang jauh lebih luas. Perpaduan hip hop, dangdut, koplo, musik elektronik serta bahasa sehari hari menjadi ciri yang mudah dikenali dari sejumlah karyanya. Nama Tenxi semakin besar setelah Garam & Madu (Sakit Dadaku) meledak di media sosial, kemudian keberhasilannya berlanjut melalui mejikuhibiniu, Kasih Aba Aba, Bintang 5, Berubah hingga berbagai lagu dalam album Liga Besar.
Tenxi memiliki nama asli Joan Pasha Syahputra. Ia sudah aktif bermusik sejak masa sekolah dan kemudian bertemu Jemsii melalui Discord pada 2019. Pertemuan tersebut berkembang menjadi kerja sama musik yang akhirnya memainkan peranan besar dalam pembentukan karakter hipdut Tenxi. Pada September 2026, halaman Spotify Tenxi mencatat sekitar 5,39 juta pendengar bulanan
Popularitas Tenxi juga tidak berhenti setelah satu lagu menjadi viral. Data pemutaran Spotify hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan keseluruhan lagu yang melibatkan Tenxi telah mengumpulkan lebih dari 1,2 miliar stream. Garam & Madu masih berada di posisi teratas, tetapi mejikuhibiniu dan Bintang 5 memperlihatkan bahwa pendengar tetap mengikuti karya berikutnya.
Garam & Madu Menjadi Lagu yang Mengubah Perjalanan Tenxi
Sulit membicarakan perjalanan musik Tenxi tanpa memulai dari Garam & Madu (Sakit Dadaku). Lagu yang mempertemukan Tenxi, Naykilla dan Jemsii tersebut menjadi salah satu rilisan Indonesia yang paling besar pada periode 2024 hingga 2025.
Lagu ini mulai menyebar luas di penghujung 2024. Potongan vokal, beat serta perpaduan dangdut dengan hip hop membuatnya banyak digunakan untuk berbagai konten media sosial. Detik menyebut Garam & Madu sebagai salah satu karya yang ikut membawa istilah hipdut semakin dikenal kalangan Gen Z.
Popularitasnya berkembang jauh melampaui tren video singkat.
Pada 9 September 2026, Spotify mencatat Garam & Madu telah memperoleh lebih dari 306 juta pemutaran. Angka tersebut menjadikannya lagu terbesar dalam katalog Tenxi berdasarkan jumlah stream.
SBS Indonesia mencatat Tenxi sendiri mengaku berharap besar terhadap lagu tersebut, tetapi tidak memperkirakan responsnya akan sebesar yang kemudian terjadi. Garam & Madu juga membuka kesempatan Tenxi membawa hipdut menuju panggung internasional, termasuk SXSW Sydney pada 2025.
Hipdut Menjadi Identitas yang Sulit Dipisahkan dari Tenxi
Istilah hipdut merupakan gabungan hip hop dan dangdut. Pada karya Tenxi, formulanya dapat berkembang dengan tambahan koplo, breakbeat serta pendekatan produksi elektronik.
Tenxi sebenarnya mempunyai latar kecintaan terhadap hip hop. Dalam wawancara dengan SBS Indonesia, ia menjelaskan bahwa karya awalnya bergerak di hip hop dan R&B, sementara dangdut sudah lama berada di lingkungan sekitarnya. Pertemuan dua jenis musik tersebut kemudian menjadi bagian penting ketika Tenxi bekerja bersama Jemsii.
Beat dangdut tidak ditempatkan sebagai lapisan tambahan semata. Gendang, bass, vokal rap dan unsur elektronik disusun sehingga masing masing memiliki ruang.
Hasilnya membuat lagu Tenxi terasa cocok untuk lingkungan berbeda. Musiknya dapat masuk ke playlist hip hop, tetapi pada saat yang sama tetap dapat diterima oleh pendengar yang terbiasa mendengar dangdut serta musik pesta.
Menurut penulis, kekuatan Tenxi berada pada keberaniannya membuat hipdut terdengar tanpa terlalu berusaha merapikan seluruh keunikannya. Cara bernyanyi, pilihan kata serta beat yang kadang sengaja berlebihan justru menjadi identitas yang membuat lagunya mudah dikenali.
Mejikuhibiniu Membuktikan Tenxi Tidak Berhenti pada Satu Lagu Viral
Setelah Garam & Madu mendapatkan perhatian besar, tantangan berikutnya adalah menghasilkan lagu lain yang mampu mempertahankan perhatian pendengar.
Tenxi menjawabnya melalui mejikuhibiniu bersama Suisei dan Jemsii. Lagu tersebut dirilis pada 27 Juni 2025 dan kembali membawa formula hipdut dengan karakter yang berbeda.
Judul mejikuhibiniu merupakan rangkaian singkatan warna pelangi, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
Lagu tersebut menggunakan warna sebagai gambaran perubahan perasaan dalam sebuah hubungan. RRI mencatat mejikuhibiniu kemudian menjadi tren di TikTok dan digunakan dalam berbagai video, mulai dari konten foto hingga edit velocity.
Keberhasilannya terlihat jelas pada layanan streaming.
Hingga 31 Agustus 2026, mejikuhibiniu telah mengumpulkan sekitar 202 juta pemutaran di Spotify. Angka tersebut menjadikannya salah satu lagu terbesar Tenxi setelah Garam & Madu dan Kasih Aba Aba.
Kasih Aba Aba Mempertemukan Kembali Tenxi, Naykilla dan Jemsii
Kombinasi Tenxi, Naykilla dan Jemsii kembali muncul melalui Kasih Aba Aba. Lagu tersebut dirilis pada 28 April 2025 melalui AntiNRML.
Kali ini, Naykilla berada di bagian utama rilisan bersama Tenxi dan Jemsii. Lagu tersebut menggunakan tema hubungan yang lebih ringan dengan pembahasan mengenai dua orang yang saling tertarik tetapi masih menunggu sinyal dari satu sama lain.
Format musiknya tetap mudah dikenali oleh pendengar Garam & Madu.
Beat yang cepat, bagian vokal bergantian serta kalimat pendek yang mudah diingat membuat Kasih Aba Aba kembali mendapatkan ruang besar di media sosial.
Spotify mencatat jumlah pemutarannya telah mencapai sekitar 222,8 juta pada September 2026. Angka tersebut bahkan berada di atas mejikuhibiniu jika menghitung seluruh lagu yang melibatkan Tenxi.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kombinasi Tenxi, Naykilla dan Jemsii tidak hanya bergantung kepada popularitas Garam & Madu.
Bintang 5 Menjadi Salah Satu Lagu Besar dari Puting Beliung
Bintang 5 menjadi lagu lain yang mendapatkan jumlah pemutaran besar dari katalog Tenxi. Lagu ini merupakan bagian dari album Puting Beliung yang dirilis pada 2025.
Bintang 5 dikerjakan Tenxi bersama Jemsii. Kredit resmi mencatat Joan Pasha Syahputra sebagai penulis utama, sedangkan Jemsii menangani produksi, mixing serta mastering. (youtube.com)
Lagu tersebut mempunyai durasi sedikit lebih panjang dibandingkan sejumlah karya Tenxi lainnya, yaitu sekitar empat menit.
Hingga akhir Agustus 2026, Bintang 5 telah mendapatkan lebih dari 111 juta stream Spotify. Pemutaran hariannya ketika itu masih berada di atas 100 ribu, memperlihatkan bahwa lagu tersebut tetap mendapatkan pendengar meskipun sudah setahun sejak dirilis. (kworb.net)
Pada YouTube resmi Tenxi, versi audionya juga telah memperoleh lebih dari 23 juta tayangan.
Berubah Membawa Sisi Tenxi yang Lebih Personal
Tidak seluruh lagu Tenxi bergantung pada kalimat yang dibuat untuk menjadi potongan viral.
Berubah menjadi salah satu lagu yang memperlihatkan sisi lebih personal dalam penulisan Tenxi. Lagu tersebut berada dalam album Puting Beliung dan dikerjakan bersama Jemsii.
Spotify menempatkan Berubah dalam jajaran lagu populer Tenxi. Hingga akhir Agustus 2026, jumlah pemutarannya berada di sekitar 48 juta.
Pendekatan seperti ini sesuai dengan cara Tenxi menjelaskan proses penulisan lagunya pada Agustus 2026.
Ia mengatakan kepada detikPop bahwa sebagian besar lagu yang dibawakan berasal dari kejadian yang benar benar pernah dialaminya. Tenxi memilih mengenali dirinya terlebih dahulu kemudian menggunakan pengalaman tersebut menjadi bahan penulisan.
Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa bahasa dalam lagu Tenxi sering terdengar seperti percakapan langsung dibandingkan penulisan yang terlalu formal.
HoRRReg Menambah Deretan Lagu Populer Tenxi
hoRRReg menjadi salah satu lagu dalam Puting Beliung yang cukup banyak diputar.
Lagu tersebut mempertemukan Tenxi, Naufal Syachreza dan Jemsii. Spotify masih menempatkannya dalam daftar lagu populer Tenxi pada September 2026
Data akhir Agustus 2026 menunjukkan hoRRReg telah memperoleh sekitar 45,8 juta stream.
Jumlah tersebut berada sangat dekat dengan attached, lagu Tenxi bersama Anangga dan Suisei yang telah melewati sekitar 45 juta pemutaran.
Angka puluhan juta dari beberapa lagu berbeda membuat katalog Tenxi tidak lagi berpusat sepenuhnya pada Garam & Madu.
Pendengar yang masuk melalui satu lagu viral mempunyai cukup banyak pilihan ketika mulai menjelajahi diskografinya.
Puting Beliung Menjadi Album Penting Setelah Garam & Madu
Setelah sejumlah single mendapatkan perhatian, Tenxi memperluas katalog melalui album Puting Beliung pada 2025.
Album tersebut berisi beberapa lagu yang kemudian masuk daftar karya paling populer Tenxi, termasuk mejikuhibiniu, Bintang 5, Garam & Madu, Berubah, hoRRReg serta lagu berjudul Puting Beliung.
Men’s Folio Malaysia mencatat album tersebut sempat berada dalam jajaran 10 besar Spotify Indonesia selama beberapa pekan. Media tersebut juga menyoroti Puting Beliung sebagai bagian penting setelah kesuksesan Garam & Madu, Kasih Aba Aba dan mejikuhibiniu.
Album ini juga memperlihatkan semakin kuatnya kerja sama Tenxi dan Jemsii.
Jemsii bukan sekadar nama tambahan dalam lagu. Produksinya menjadi salah satu bagian yang membantu membentuk suara hipdut Tenxi.
Ketika beberapa lagu dari satu album mampu mendapatkan puluhan hingga ratusan juta stream, posisi Tenxi mulai bergerak dari musisi yang dikenal melalui satu single menjadi penyanyi dengan katalog lebih luas.
1/10 Menjadi Lagu yang Terus Bertahan di Daftar Populer
Lagu 1/10 mempertemukan Tenxi dengan RYO dan menjadi salah satu rilisan 2025 yang masih banyak didengarkan.
Pada Spotify, 1/10 tetap masuk dalam daftar lagu populer Tenxi pada September 2026.
Jumlah pemutarannya sampai akhir Agustus 2026 berada di sekitar 25 juta.
Angka ini mungkin tidak sebesar Garam & Madu atau mejikuhibiniu, tetapi tetap menunjukkan kekuatan katalog lapis kedua Tenxi.
Hal tersebut penting karena perjalanan seorang musisi tidak hanya dihitung dari satu atau dua lagu terbesar.
Lagu dengan puluhan juta stream yang tetap mendapatkan pemutaran setiap hari membantu membuat pendengar terus berada dalam ekosistem karya musisi tersebut.
SENCY Membawa Tenxi Bertemu dengan dia
Tenxi juga muncul dalam SENCY bersama dia.
Lagu ini berada dalam proyek INI DIA dan kemudian berkembang menjadi salah satu karya populer yang melibatkan Tenxi.
Data Spotify akhir Agustus 2026 menunjukkan SENCY sudah menghasilkan sekitar 56 juta stream. Pemutaran hariannya bahkan masih berada di atas 100 ribu pada periode tersebut
Kolaborasi semacam ini memperlihatkan kebiasaan Tenxi bekerja bersama banyak musisi.
Katalog Tenxi memang sangat kolaboratif. Jemsii menjadi nama yang paling sering muncul, tetapi Naykilla, Suisei, RYO, dia, Mino, Yung Caters dan sejumlah nama lain juga ikut memberikan warna.
Cara kerja tersebut semakin terlihat pada album yang dirilis Tenxi pada 2026.
Liga Besar Menjadi Album Terbaru Tenxi pada 2026
Setelah Puting Beliung, Tenxi merilis album LIGA BESAR pada 21 Juni 2026 melalui AntiNRML.
Album ini jauh lebih panjang dengan total 20 lagu dan durasi sekitar 49 menit. Daftar lagunya mencakup ANTHEM JAWIR, Liga Baru, 1+1, Curi Spotlight, Away, Winner, LIGA BESAR, Makasih Tuhan, Produk Jawa, koma, Margarita, Helllo, BeRRRuang, INDEPENDENT, Raja FYP, Madun, Tsubasa, Senyum Lebar, Terulang dan Takut Ketinggian
Perilisan album bertepatan dengan periode Piala Dunia 2026.
Namun Tenxi menegaskan bahwa Liga Besar bukan sekadar album tentang sepak bola. Ia menggunakan sepak bola sebagai gambaran perjalanan hidup yang berisi proses, kompetisi, kekalahan, kemenangan serta kebutuhan untuk terus konsisten.
Tema tersebut kemudian terlihat melalui judul seperti Winner, Liga Baru dan LIGA BESAR.
Liga Besar Memberikan Ruang Besar bagi Para Produser
Salah satu hal menarik dari album Liga Besar berada pada banyaknya nama yang terlibat.
Jemsii tetap muncul, tetapi Tenxi juga bekerja bersama Josua Natanael, qiio, Concerto, Fakie Funk, Kenz, Alva Gracia dan sejumlah produser serta musisi lainnya.
Tenxi menjelaskan bahwa album tersebut sekaligus dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada produser musik Indonesia. Menurutnya, produser mempunyai peranan besar dalam membentuk identitas sebuah karya tetapi sering tidak mendapatkan perhatian sebesar penyanyi
Cara tersebut membuat setiap lagu dapat mempunyai sentuhan berbeda meskipun identitas Tenxi masih dipertahankan.
Pendekatan kolaboratif juga sesuai dengan perjalanan Tenxi sejak awal. Garam & Madu lahir melalui Tenxi, Naykilla dan Jemsii, sedangkan mejikuhibiniu melibatkan Suisei dan Jemsii.
Menurut penulis, Liga Besar memperlihatkan bahwa Tenxi mulai menggunakan popularitasnya untuk memperbesar ruang kolaborasi. Kehadiran banyak produser membuat album tersebut terasa seperti etalase berbagai warna musik dalam lingkaran kreatif yang selama ini tumbuh bersama Tenxi.
Winner dan Liga Baru Menjadi Pintu Masuk Menuju Era Liga Besar
Sebelum dan sekitar perilisan album, beberapa lagu seperti Winner dan Liga Baru diperkenalkan sebagai bagian penting dari era baru Tenxi.
Spotify mencatat Winner dan Liga Baru sebagai single 2026, sementara kedua lagu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam LIGA BESAR
Liga Baru mempertemukan Tenxi dengan Yung Caters dan Jemsii.
Sementara Winner menempatkan nama Tenxi sendiri pada kredit artis utama.
Keduanya mempunyai hubungan dengan tema kompetisi dan pencapaian yang digunakan sepanjang album.
Pemilihan istilah sepak bola menjadi cukup mudah diterima karena album dirilis ketika perhatian publik sedang tinggi terhadap Piala Dunia 2026.
Namun isi Liga Besar tetap bergerak pada kehidupan Tenxi sendiri, bukan laporan mengenai pertandingan atau pemain sepak bola.
Coba Lagi Menunjukkan Katalog Tenxi Sudah Terbentuk Sebelum Hipdut Meledak
Bagi pendengar yang baru mengenal Tenxi setelah Garam & Madu, karya sebelumnya sering terlewat.
Coba Lagi merupakan salah satu lagu yang sudah hadir pada 2024. Sampai akhir Agustus 2026, lagu tersebut telah mendapatkan sekitar 23 juta pemutaran Spotify
Tenxi sebenarnya sudah berkarya jauh sebelum 2024.
Apple Music mencatat beberapa karya lama seperti Magic bersama 8Lit dari 2021, sementara album BIPOLAR dirilis pada 2022.
Tenxi juga mengatakan kepada SBS bahwa karya pertamanya berjudul Dedicated dan bergerak dalam hip hop R&B.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan hipdut datang setelah proses yang cukup panjang, bukan saat pertama kali Tenxi memasuki studio rekaman.
AntiNRML Menjadi Lingkungan Kreatif yang Dekat dengan Karya Tenxi
Nama AntiNRML hampir selalu muncul pada rilisan besar Tenxi.
Garam & Madu, Kasih Aba Aba, Puting Beliung serta Liga Besar berkaitan dengan AntiNRML sebagai label maupun lingkungan kreatif.
Dalam wawancara Men’s Folio, Tenxi disebut membangun Anti Normal dari sebuah kolektif menjadi komunitas yang menaungi nama seperti Suisei, Naykilla dan Jemsii.
Hal ini membantu menjelaskan mengapa nama yang sama sering kembali muncul dalam berbagai rilisan.
Kolaborasi tidak selalu dimulai sebagai hubungan formal antara penyanyi dari perusahaan berbeda. Sebagian lahir dari lingkaran pertemanan, permainan daring dan kegiatan kreatif yang sudah berlangsung sebelumnya.
Pertemuan Tenxi dan Jemsii melalui Discord bahkan menjadi salah satu contoh paling jelas.
Dari percakapan serta bermain game bersama, keduanya akhirnya membangun kerja sama musik yang menghasilkan banyak lagu besar.
Lagu Tenxi Banyak Bergerak dari Pengalaman Pribadi
Salah satu karakter yang terus muncul dalam karya Tenxi adalah penggunaan pengalaman pribadi sebagai bahan lagu.
Pada Agustus 2026, Tenxi menjelaskan bahwa dirinya lebih dahulu mencoba memahami pengalaman hidup sendiri sebelum menulis. Sebagian besar materi yang ia bawakan berasal dari kejadian nyata yang pernah dialami.
Cara tersebut membuat pilihan bahasanya sering terdengar langsung.
Tenxi tidak selalu berusaha membuat kalimat terdengar seperti puisi. Bahasa internet, istilah percakapan, bahasa Jawa serta ungkapan yang digunakan sehari hari dapat masuk menjadi bagian lagu.
Pilihan tersebut juga mempunyai hubungan kuat dengan karakter pendengarnya.
Ketika satu potongan terdengar seperti sesuatu yang biasa diucapkan dalam percakapan, bagian tersebut lebih mudah digunakan kembali sebagai caption atau suara latar video.
Media Sosial Menjadi Jalur Penting Penyebaran Lagu Tenxi
Perkembangan Tenxi sangat dekat dengan TikTok serta kebiasaan pengguna memotong lagu menjadi bagian pendek.
Garam & Madu menjadi contoh paling besar. Lagu tersebut menyebar dengan cepat melalui berbagai video dan membuat hipdut mulai dibicarakan oleh pendengar yang sebelumnya mungkin tidak mengikuti Tenxi.
Pola serupa terjadi pada mejikuhibiniu.
RRI mencatat lagu tersebut digunakan dalam ribuan video TikTok setelah dirilis pada Juni 2025.
Namun jumlah streaming yang bertahan lama menunjukkan bahwa sebagian lagu tidak berhenti setelah tren video selesai.
Garam & Madu masih memperoleh sekitar 172 ribu stream per hari pada akhir Agustus 2026. Kasih Aba Aba berada di kisaran 158 ribu, sedangkan mejikuhibiniu sekitar 156 ribu pemutaran harian.
Garam & Madu Masih Menjadi Lagu Tenxi Terbesar pada 2026
Jika diurutkan berdasarkan jumlah pemutaran Spotify sampai akhir Agustus 2026, Garam & Madu tetap berada di posisi pertama dengan sekitar 305 juta stream pada pencatatan tersebut dan sudah melewati 306 juta pada awal September.
Kasih Aba Aba berada di kisaran 221 juta, mejikuhibiniu sekitar 202 juta dan Bintang 5 telah melewati 111 juta.
Setelahnya terdapat SENCY sekitar 56 juta, Berubah sekitar 48 juta, hoRRReg sekitar 45 juta, attached sekitar 45 juta, 1/10 sekitar 25 juta serta Coba Lagi sekitar 23 juta.
Urutan tersebut memperlihatkan dua fase perjalanan Tenxi.
Garam & Madu menjadi pintu besar yang membawa namanya menuju kelompok pendengar umum. Setelah itu, mejikuhibiniu, Bintang 5 serta Puting Beliung memperkuat katalog yang sudah dibangun.
Liga Besar kemudian membuka fase berikutnya dengan 20 lagu baru dan kelompok kolaborator yang lebih luas.
Bagi pendengar yang baru ingin mengenal lagu Tenxi, Garam & Madu, mejikuhibiniu, Bintang 5, Berubah dan Kasih Aba Aba menjadi titik awal yang mudah. Setelah itu, Puting Beliung dapat digunakan untuk mengenal era ketika hipdut Tenxi mulai terbentuk semakin kuat, sedangkan Liga Besar memperlihatkan cara Tenxi membawa gaya tersebut menuju proyek yang lebih panjang dan lebih personal pada 2026.


Comment